Siap-Siap Ke Semarang: Daurah/Kajian Aqidah Islam bersama Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi (Kitabut Tauhid Syaikh Muhammad At-Tamimi) | 26/01/2012

Bismillahirrohmanirrohim

RENCANA KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH di SEMARANG (Akhir Rabiul Awwal 1433 H / MARET 2012

Dengan mengharap Pertolongan Allah kami dari Majelis Ta’lim Islamic Center Al-Barokah

berencana menyelenggarakan kajian islam Aqidah dengan membahas kitab aqidah para Ulama’ islam yang masyhur sebagai wujud sumbangsih kepada islam dan muslimin sebagaimana yang kami selenggarakan setahun yang lalu di Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

Insya Allah kali ini kami rencanakan menkaji kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad Attamimi selama lima hari kamis-senin dari tanggal 28 Rabiul Akhir-3 Jumadil Awwal 1433 H / 22 maret-26 maret 2012 bersama Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi dari Makassar (murid  Syaikh Dr Shalih al-Fauzan; Anggota Badan Ulama Besar Saudi Arabia dan murid Syaikh Muqbil Al-Wadi’i; Mujaddid Negeri Yaman) di Masjid Raya Baiturrahman Simpang lima Semarang

Kami Mohon Dukungan dan doa nya untuk terselenggaranya acara tersebut

 

Mohon info ini disebarkan

Jazakumullah khoiron untuk http://aasiraj.wordpress.com yang telah menginformasikan info ini dan merubah klimat-kalimat didalamnya sehingga menjadi lebih baik

Bookmark and Share

Fatawa Seputar Perayaan Tahun Baru (Masehi dan Muharram) Ust Abu Muawiyah

Fatawa Seputar Perayaan Tahun Baru (Masehi dan Muharram)
Perlu diketahui bahwa pengkhususan hari-hari tertentu, atau bulan-bulan tertentu, atau tahun-tahun tertentu sebagai hari besar/hari raya (id) adalah kembalinya kepada penentuan dari syari’at, bukan kepada adat kebiasaan dan kesepakatan manusia. Oleh karena itu ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang datang ke Madinah, dalam keadaan penduduk Madinah memiliki dua hari besar yang mereka bergembira padanya, maka beliau bertanya, “Apakah dua hari ini?” maka mereka menjawab, “(Hari besar) yang kami biasa bergembira padanya pada masa jahiliyyah. Maka Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari tersebut dengan hari raya yang lebih baik, yaitu ‘Idul Adh-ha dan ‘Idul Fitri.“ Haditsnya akan datang
Kalau seandainya hari-hari besar dalam Islam itu mengikuti adat kebiasaan, maka manusia akan seenaknya menjadikan setiap kejadian penting sebagai hari raya, dan hari raya syar’i tidak akan ada gunanya. Demikian keterangan dari Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin –rahimahullah dalam Majmû Fatâwâ wa Rasâ`il pertanyaan no. 8131
Karenanya perayaan tahun baru ini tidak pernah ada pada zaman Nabi -alaihishshalatu wassalam-, para sahabatnya bahkan sampai empat abad setelahnya. Perayaan ini termasuk perayaan yang dimunculkan oleh khilafah Al-Fathimiyyun pada abad ke-4 hijriah atau tepatnya tahun 362 H. (more…)
Bookmark and Share

FATWA MAJLIS ULAMA INDONESIA Tentang Perayaan Natal Bersama

FATWA

MAJLIS ULAMA INDONESIA

Tentang Perayaan Natal Bersama

Memperhatikan :

Perayaan Natal Bersama pada akhir-akhir ini disalah-artikan oleh sebagian ummat Islam dan disangka sama dengan ummat Islam merayakan Maulid Nabi Besar Muhammad saw.(1)

Karena salah pengertian tersebut ada sebagian orang Islam yang ikut dalam perayaan Natal dan duduk dalam kepanitiaan Natal.

Perayaan Natal bagi orang-orang Kristen adalah merupakan ibadah. (more…)

Bookmark and Share