Nasihat Imam Besar Masjidil Haram – Syaikh Dr.Abdurrahman As-Sudais

Nasihat ini disampaikan pada sebuah muhadhoroh di Masjid Baitul Ihsan – Bank Indonesia pada tanggal 16 Desember 2004.

Kita bersyukur kepada Alloh atas pertemuan ini, di salah satu Rumah Alloh, Masjid Bank Sentral Indonesia Jakarta. Pertemuan ini adalah karena kecintaan kepada Alloh dan persaudaraan Islamiyyah dan Imaniyyah. Inilah nikmat-Nya yang besar dan berharga. Kalaulah tiada taufik dan pertolongan-Nya, maka tidaklah sempurna pertemuan dan perjumpaan ini.
Kemudian kami ucapkan terima kasih kepada pengurus Masjid Baitul Ihsan ini dan jamaah yang sangat antusias untuk menyelenggarakan pertemuan ini. Semoga Alloh membalas jerih payah mereka, memperindah setiap langkah dan memberkati setiap usaha ini.
Sesungguhnya saya dari tempat turunnya wahyu dan risalah, Makkah Al Mukarromah, tetangga Ka’bah, tetangga Masjid Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada jamaah semua dan saya menyambut kecintaan dengan kecintaan, kasih sayang dengan kasih yang yang seluas-luasnya. Kita bersyukur kepada Alloh yang telah mengumpulkan kita dalam persaudaraan Islamiyyah dan percintaan Imaniyyah. Semoga Alloh menjadikan pertemuan ini sebagai pertemuan yang baik dan diberkahi. (more…)
Bookmark and Share

Sikap Seorang Muslim Terhadap Hari Raya Orang-Orang Kafir

Penulis :Asy Syaikh Dr. Soleh Al Fauzan

Di negeri kaum muslimin tak terkecuali negeri kita ini, momentum hari raya biasanya dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh orang-orang kafir (dalam hal ini kaum Nashrani) untuk menggugah bahkan menggugat tenggang rasa atau toleransi –ala mereka- terhadap kaum muslimin. Seiring dengan itu, slogan-slogan manis seperti: menebarkan kasih sayang, kebersamaan ataupun kemanusiaan sengaja mereka suguhkan sehingga sebagian kaum muslimin yang lemah iman dan jiwanya menjadi buta terhadap makar jahat dan kedengkian mereka.
Maskot yang bernama Santa Claus ternyata cukup mewakili “kedigdayaan” mereka untuk meredam militansi kaum muslimin atau paling tidak melupakan prinsip Al Bara’ (permusuhan atau kebencian) kepada mereka. Sebuah prinsip yang pernah diajarkan Allah dan Rasul-Nya . (more…)

Bookmark and Share

Mari, Shalat Berjama’ah!

Para pembaca rahimakumulloh, shalat lima waktu merupakan salah satu syi’ar Islam yang sangat agung lagi mulia. Bahkan termasuk salah satu rukun dari rukun Islam yang lima. Begitu tinggi kedudukan shalat dalam Islam sehingga ketika Allah ‘azza wa jalla menurunkan perintah shalat tidak sebagaimana ibadah-ibadah yang lainnya. Turunnya perintah shalat lima waktu tidak melalui perantara malaikat Jibril ‘alaihis salaam, akan tetapi disampaikan secara langsung kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam di Sidratil Muntaha dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj. Semua ini menunjukkan tingginya kedudukan shalat lima waktu dalam Islam.

Para pembaca rahimakumulloh, bagi kita kaum lelaki diperintahkan untuk melaksanakan shalat lima waktu dengan cara berjama’ah di masjid, bahkan perintah agar melaksanakan shalat lima waktu secara berjama’ah langsung dari Allah ‘azza wa jalla. Sebagaimana dalam firman-Nya (yang artinya):

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” (Al-Baqarah: 43)

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata: “Banyak dari kalangan para ulama yang berdalil dengan ayat ini tentang wajibnya shalat berjama’ah.” (Tafsir Ibnu Katsir) (more…)

Bookmark and Share