DAURAH “TELAAH TUNTAS ILMU USHUL FIQIH” (Makassar, 25-29 Rabiul Awal 1433 H / 17-21 Februari 2012) Bersama Al-Ustadz Al-Fadhil Abu Muhammad Dzulqarnain M Sunusi Hafidhohullah

Alhamdulillah, segala pujian yang sempurna hanyalah milik Allah. Shalawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassallam, keluarga, sahabat beliau dan orang-orang yang mengikuti beliau hingga akhir masa.
InsyaAllah pada bulan Rabiul Awal 1433 H / Februari 2012 ini akan kembali diadakan Daurah “Telaah Tuntas Ilmu Ushul Fiqih” di kota Makassar.

Daurah ini insyaAllah akan dilakukan selama 5 hari yang dimulai setelah shalat subuh hingga malam hari, jadi bagi kaum muslimin di luar makassar yang ingin mengambil faedah dari daurah ini diharapkan bisa mempersiapkan dirinya untuk mengikuti daurah ini selama 5 hari.
Berikut ini adalah Info Daurah “Telaah Tuntas Ilmu Ushul Fiqih” :

Pembahasan :
“Kitab Al-Ushul Min ‘Ilm Ushul ”
Karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin -rahimahullah-.
Pemateri :
Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi (more…)

Bookmark and Share

Siap-Siap Ke Semarang: Daurah/Kajian Aqidah Islam bersama Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi (Kitabut Tauhid Syaikh Muhammad At-Tamimi) | 26/01/2012

Bismillahirrohmanirrohim

RENCANA KAJIAN AQIDAH ISLAMIYAH di SEMARANG (Akhir Rabiul Awwal 1433 H / MARET 2012

Dengan mengharap Pertolongan Allah kami dari Majelis Ta’lim Islamic Center Al-Barokah

berencana menyelenggarakan kajian islam Aqidah dengan membahas kitab aqidah para Ulama’ islam yang masyhur sebagai wujud sumbangsih kepada islam dan muslimin sebagaimana yang kami selenggarakan setahun yang lalu di Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

Insya Allah kali ini kami rencanakan menkaji kitab Tauhid karya Syaikh Muhammad Attamimi selama lima hari kamis-senin dari tanggal 28 Rabiul Akhir-3 Jumadil Awwal 1433 H / 22 maret-26 maret 2012 bersama Ustadz Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi dari Makassar (murid  Syaikh Dr Shalih al-Fauzan; Anggota Badan Ulama Besar Saudi Arabia dan murid Syaikh Muqbil Al-Wadi’i; Mujaddid Negeri Yaman) di Masjid Raya Baiturrahman Simpang lima Semarang

Kami Mohon Dukungan dan doa nya untuk terselenggaranya acara tersebut

 

Mohon info ini disebarkan

Jazakumullah khoiron untuk http://aasiraj.wordpress.com yang telah menginformasikan info ini dan merubah klimat-kalimat didalamnya sehingga menjadi lebih baik

Bookmark and Share

Fatawa Seputar Perayaan Tahun Baru (Masehi dan Muharram) Ust Abu Muawiyah

Fatawa Seputar Perayaan Tahun Baru (Masehi dan Muharram)
Perlu diketahui bahwa pengkhususan hari-hari tertentu, atau bulan-bulan tertentu, atau tahun-tahun tertentu sebagai hari besar/hari raya (id) adalah kembalinya kepada penentuan dari syari’at, bukan kepada adat kebiasaan dan kesepakatan manusia. Oleh karena itu ketika Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam datang datang ke Madinah, dalam keadaan penduduk Madinah memiliki dua hari besar yang mereka bergembira padanya, maka beliau bertanya, “Apakah dua hari ini?” maka mereka menjawab, “(Hari besar) yang kami biasa bergembira padanya pada masa jahiliyyah. Maka Rasulullâh shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah telah menggantikan dua hari tersebut dengan hari raya yang lebih baik, yaitu ‘Idul Adh-ha dan ‘Idul Fitri.“ Haditsnya akan datang
Kalau seandainya hari-hari besar dalam Islam itu mengikuti adat kebiasaan, maka manusia akan seenaknya menjadikan setiap kejadian penting sebagai hari raya, dan hari raya syar’i tidak akan ada gunanya. Demikian keterangan dari Asy-Syaikh Ibnu Al-Utsaimin –rahimahullah dalam Majmû Fatâwâ wa Rasâ`il pertanyaan no. 8131
Karenanya perayaan tahun baru ini tidak pernah ada pada zaman Nabi -alaihishshalatu wassalam-, para sahabatnya bahkan sampai empat abad setelahnya. Perayaan ini termasuk perayaan yang dimunculkan oleh khilafah Al-Fathimiyyun pada abad ke-4 hijriah atau tepatnya tahun 362 H. (more…)
Bookmark and Share